Portrait
Maksimilianus Pati Nasarame

Panggilannya Sim. Pendek saja dan sudah pasti jadi bahan ledekan teman-temannya yang bilang “SIM, STNKnya mana?”. Tapi bagi saya, Sim adalah mutiara berkilau yang tersembunyi di daratan flores . Rambutnya yang gondrong dan aktingnya yang natural benar-benar membuat saya bersyukur bisa bertemu dengan anak sehebat dia. Bagi anak pertama dari setiap keluarga suku Lio seperti Sim, memotong rambut harus melalui serangkaian upacara adat yang memakan biaya besar. Minimal 15 juta. Jadi sebelum punya biaya yah gondrong dulu aja…You Rock Sim !!!
Maksimilianus Pati Nasarame
You can call him Sim. He is a hidden black pearl of Flores. He has a long hair and he very attractives kid. For every eldest son in Lio tribe, there must be series of ceremony to cut the hair. Ceremony which cost minimum 15 million Rupiahs.
So before having that sum of money, be good with your long hair, you rock sim!!!
Mbah di Malioboro

Pemandangan seperti ini, sangat lazim ditemui di sepanjang jalan Malioboro, Yogyakarta, Indonesia. Angkringan, makan atau duduk-duduk saja di bangku jalan, bagi saya, sangat Jogja…
An Old Lady in Malioboro
This sort of situasion is commonly seen along the street of Malioboro, Yogyakarta, Indonesia. Angkringan (food vendor), eating or just sitting around on bench along sidewalk. For me, it is very typical of Jogja…
Si Bolang Pulau Komodo

Bocah-bocah kecil ini mewakili desa mereka untuk suting program TV Si Bocah Petualang. Selain jago berenang anak-anak ini juga mahir menyelam dan mendayung perahu. Bagi saya pulau Komodo itu meninggalkan kesan yang liar, misterius dan eksotis. (26 Maret 2008)
The Kids From Komodo Island
This little kids represent their village for making TV program called “Si Bocah Petualang”. They are not only good in swimming, but also good in diving and rowing the boat. For me the island of Komodo left a wild impression, both mysterious and exotic. (March 26, 2008)
Island Of Komodo, East Nusa Tenggara, Indonesia
Pecalang Ulun Danu

Di Bali ada polisi khusus yang bertugas menjaga keamanan ritual adat dan tempat-tempat Ibadah. Mereka disebut Pecalang. (11 Februari 2009)
Pecalang Ulung Danu
In Bali, there are polices whose job is to keep rituals and shrines safe. They are called Pecalang. (February 11, 2009)
Topless

Nenek ini (saya lupa namanya) setiap hari selalu begini (ga pakai atasan) dan keluarganya cuek aja, Foto ini saya ambil di Seraya Barat-Bali, Indonesia. (17 Februari 2009)
Topless
This old lady ( I forgot her name) wears everyday topless. Her family doesn’t concern about it. I took this picture in West Seraya-Bali, Indonesia. (February 17, 2009)
Si Mbah

Nenek ini tinggal di sekitar kawasan Taman Sari Yogyakarta,Indonesia. (20 Mei 2009)
This old lady lives around Taman Sari, Yogyakarta, Indonesia. (Mai 20, 2009)
Chalvin

Chalvin memakai baju adat untuk tari Kancet Pepatai (sejenis tarian perang Dayak Kenyah). (25 Juni 2009)
Chalvin is wearing a traditional outfit for Kancet Pepatai dance ( a traditional war dance in Dayak Kenyah). (June 25,2009)
Bocah Benteng Pendem

Walaupun terletak di Kawasan Nusa Kambangan, Benteng Pendem sering dijadikan tempat bermain bagi warga setempat dan turis lokal. (15 Juli 2009)
Kid from Pendem Fortress
Even though it is located in Nusa Kambangan compound, Pendem fortress is usually used as a playground for local residents and domestic tourist. (July 15, 2009)
Panglima Dayak (Junior)

Chalvin dan Ardan merupakan anak-anak dayak Kenyah yang Jago tari Perang, mereka berasal dari desa Lung Anai, Kabupaten Kutai Kertanegara-Kalimantan Timur. (11 Juni 2009)
Junior Dayak’s warrior
Chalvin and Ardan are children of Dayak Kenyah who are good in practicing war dance, they come from Lung Anai Village, Kutai Kertanegara- east Kalimantan. (June 11, 2009)
Pemburu Ular

Pak Hadi adalah Pemburu Ular dan Binatang Liar dari desa Cigintung, Cilacap-Jawa Tengah. (21 Juli 2009)
Snake Hunter
Mr. Hadi is a snakes hunter and other wild animal who come from Cigintung Village, Cilacap-Central Java. (July 21, 2009)
Berli
